Temu Alumni & Halal Bi Halal IA-PKKT 2010

hbh2010Mencairkan Kebekuan Mendatangkan Makna Yang Dalam.

Rekan PKKTers dan pembaca yang berkepentingan tentu masih ingat dengan kejadian "Kriminalisasi KPK" beberapa waktu yang telah lewat. Ketika Komite Pemberantasan Korupsi di-kriminalisasi, dari dunia maya (alias Cyber World) muncul gerakan 1 milyar FaceBook-ers mendukung Bibit Chandra (dua tokoh KPK yang waktu itu menjadi sasaran kriminalisasi). Beberapa waktu kemudian, presiden SBY selaku RI nomor 1 membuat klarifikasi dan penjelasan kepada masyarakat melalui berbagai media. Tanpa bermaksud menuding bapak presiden terlampau lebay, namun kejadian itu telah membuktikan betapa efektif kekuatan sebuah komunitas. Ya, presiden selaku orang nomor 1 di negeri ini merasa segan terhadap komunitas.

Singkat kisah, jika kita (IAPKKT) ingin disegani, jika kita ingin ditakuti, jika kita ingin dipandang dan diakui oleh masyarakat dan dunia. Maka kita harus menjadi komunitas yang solid, menjadi komunitas yang kompak, menjadi komunitas yang mampu membuktikan diri
bermakna di tengah peradaban umat manusia.

Demikianlah hal tersebut disampaikan oleh bung Acan selaku ketua IAPKKT pada sesi peluncuran http://www.iapkkt.org di tengah acara Halal Bi Halal IAPKKT, Jumat 29 Oktober 2010 yang dimulai sekitar pukul 19:00 hingga berakhir menjelang pukul 22:30 Bagian Barat Waktu Indonesia, bertempat di Resto Pulau Dua, Senayan, Pusat Jakarta, Indonesia.

Pada kesempatan itu juga disampaikan bahwa kepengurusan IAPKKT yang beliau pimpin belum melakukan apapun. Karena tidak sepeser pun rupiah ditetapkan sebagai iuran rutin, bahkan anggota IAPKKT tidak dikenakan biaya keanggotaan seperti yang telah lalu. Maka boleh dikatakan bahwa saldo kepengurusan saat ini adalah NOL, tidak ada uang yang masuk dan tidak ada uang yang keluar selama masa kepengurusan tersebut.

Beberapa hari sebelum hari "H", sempat terlontar keraguan dari PKKTer yang sempat makan siang di Resto Laguna kawasan Senayan, beliau sangsi bahwa iuran sukarela yang ditetapkan sebanyak 30 ribu rupiah (boleh lebih lho!) per orang itu akan cukup membiayai acara HBH kali ini. Namun semangat kebersamaan dan aksi solidaritas PKKTers terbukti mampu menanggung ongkos yang relatif begitu mahal. Dan pada detik terakhir menjelang jam "J", keraguan itupun sirna sehingga semakin teguh kaki kami melangkah. Silakan menyimak "ketegangan" menit per menit selengkapnya melalui arsip milis resmi IAPKKT.

Pada kesempatan HBH kali ini juga berhasil terhimpun sejumlah 790.000 rupiah untuk donasi solidaritas bencana alam terkini yang terjadi pada tiga tempat di nusantara (Wasior, Mentawai, dan Merapi). Semoga mereka yang sedang mengalami musibah diberikan kekuatan lahir batin sehingga tetap tegar dan melanjutkan kehidupan, semoga mereka yang wafat mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya.

Yang Utama Tetap Diutamakan.

Agenda utama acara HBH yang jauh dari kesan mewah namun tetap berarti bermakna bersahaja, adalah peluncuran situs resmi IAPKKT. Hal tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah besar wadah lulusan Pendidikan Khusus Kejuruan Teknik. Sampai suatu ketika IAPKKT dapat memiliki Gedung Pasewakan sendiri, http://www.iapkkt.org berfungsi sebagai tempat bertemu dan berkumpul segenap alumni. Kita dapat berekspresi di sana, kita dapat melepas kangen dan saling berkirim kabar serta bertukar cerita di sana, untuk urusan non bisnis apalagi prospektif bisnis mutualisma, mulai dari bersenda gurau hingga berdiskusi perihal serius pun dapat kita lakukan di sana. Untuk penjelasan teknis dan kode etik, segenap jajaran pengelola situs IAPKKT siap meningkatkan kualitas keahlian telematika PKKTers yang (sebagian) mungkin (maaf) dari GapTek mania menjadi Melek-Tek mania.

Bagi yang menggemari hobi bersepeda ria gowes sehat, dipersilakan meramaikan dengan informasi seputar dunia sepeda. Bagi yang menggemari hobi potrat potret fotografi indah, dipersilakan mewarnai dengan photo hasil jepretan dan informasi seputar teknologi fotografi. Bagi yang menggemari kuliner halal bernutrisi, dipersilakan menyedapkan dengan resep tips dan atau info lokasi tempat yang bakal memanjakan lidah. Karena IAPKKT adalah organisasi multi dimensi, maka berbagai informasi yang berguna dan bermanfaat dapat ditampilkan sehingga eksistensi IAPKKT semakin nyata.

Menyikapi persoalan terkini yang terpantau di milis resmi IAPKKT, persoalan krusial (yang mungkin boleh dikategorikan penting nggak penting) yaitu kehadiran entitas yang memperkenalkan diri sebagai "Bos Danger" alias "Bor Danges" alias "Bro Danges". Entitas yang ditengarai adalah bagian dari PKKT, yang diduga sebagai siswa PKKTL asal PT Arun dan kini berada di Samudera Indonesia bersama sedikitnya tiga orang PKKTers yang sudah berhasil di-identifikasi, bung Acan mengangkat tema "masuk anggota IAPKKT atau tidak" dalam diskusi singkat dan sempat terjadi pro kontra yang belum mencapai kesepakatan final. Empat PKKTers menyampaikan pandangan dan pendapat seputar persoalan ini, dan skor pro kontra adalah dua sama hingga akhir acara.

Pada sesi renungan, Mind Motivation Training menyampaikan tema "Sebuah Perubahan" menggantikan tema "Hikmah Puasa". Materi berbentuk presentasi multimedia full audio video dibawakan dengan sangat apik oleh bung Dwi Santosa penuh aura enerjik. Refleksi analisa kehidupan unggas yang bernama elang (in english we call it as eagle). Jenis unggas yang berusia hingga 70-an tahun ini memiliki kisah hidup heroik yang cukup dramatis. Bayangkan, pada usia 40 tahunan, si elang mengalami kondisi yang sungguh sulit. Ketika kuku cakarnya bertambah panjang kian melengkung, ketika paruhnya tumbuh melengkung semakin bengkok ke bawah, hal yang demikian itu mempersulit si elang ketika hendak mencengkeram mangsa dan mendapatkan makanan. Ketika bulu sayapnya bertambah lebat dan tebal, mempersulit dan menghambat gerak terbang apalagi manuver. Sang elang melakukan hal yang dramatis, dia menggaruk bebatuan hingga kuku cakarnya terlepas, dia mematuk batu cadas hingga paruhnya
tanggal. Dalam keadaan yang menyedihkan dan menyakitkan itu, sang elang berpuasa (tidak bisa makan) selama lebih kurang 150 hari, menunggu hingga kuku cakar dan paruhnya tumbuh kembali, sementara bulu sayapnya pun rontok satu per satu kian menipis. Maha Kuasa Tuhan pencipta alam, setelah melalui 150 hari tersebut, sang elang bagaikan terlahir kembali, dengan tubuh barunya, dia siap melanjutkan kehidupan untuk 30 tahun lagi.

Kesan Pertama Begitu Menggoda, Selanjutnya Terserah Kita.

Bung Fauzan Ardhani (eksekutif muda) selaku pembawa acara yang mengawal dari awal hingga akhir, bung Karso Mujiono selaku pembawa sesi doa, bang Yuliswan selaku komando tertinggi kepanitiaan HBH kali ini, tak lupa ada bung Aries (man behind the kalkulator merangkap man in front of cashier), bung Nika (seksi sibuk jangan grogi lagi ya), jeung Ratna (pagar ayu merangkap pagar beton), bung Ardo (koord Cilegonische merangkap pemandu laptop), bang Adjie (sang mantan ketum (ke-2) IAPKKT), bung Nurrahman (man behind the screen), bung Muhid (patriot yang sopan dan ksatria, patuh dan suka bermusyawarah), bung Djati (invisible guest, tokoh pergerakan Badan Perwakilan Siswa), bang Djoko (sang mantan ketum (ke-1) IAPKKT), bang Agus Lukmono (tak kenal maka tak sayang, temukan beliau di FaceBook!), bang Rudi Santoso (hadirin bergemuruh ketika nama beliau disebutkan), bung Elva Surya (diam-diam hanyut, coz rejekinya deras bo!), bung Indra Hutagaol (sang mantan ketum (ke-3) IAPKKT), dan sederet nama PKKTers tenar tercatat menghadiri silaturahmi HBH malam itu.

 

ketuapanitiahbhBeberapa pesohor PKKTers yang hadir sempat melakukan sesi pemotretan bebas usai rangkaian acara HBH tersebut. Namun sungguh disayangkan tanpa mengurangi makna, beberapa pesohor PKKTers yang lain hanya berkesempatan bertitip salam sapa mohon maklum atas ketidak hadiran-nya.

Komentar dominan yang muncul merasa puas atas terselenggaranya acara ini. Terima kasih kepada PKKTers yang telah menjadi donatur dan berpartisipasi aktif finansial. Terima kasih kepada PKKTers yang sedang mengaktualisasikan diri di luar kota maupun luar negeri, yang tetap memberikan donasi meskipun tidak berkesempatan hadir, yang tulus ikhlas ridho membiayai kami makan enak di sini sementara kalian (mudah-mudahan) makan lebih enak di sana. Semoga ke-dermawan-an kalian menjadi pengundang meluasnya pintu rejeki di hari ini dan hari depan. Semoga ke-ikhlas-an kalian menjadi investasi yang tumbuh menjadi pohon IAPKKT yang rimbun dan suatu saat dapat menaungi segenap keluarga besar IAPKKT dari panas terik kehidupan.

Meskipun dengan kondisi anggaran serba pas di sana sini, di sela acara HBH usai sesi santap malam bersama, diumumkan foto ter-favorit hasil kontes fotografi "Aku dan anakku". Tercatat 22 PKKTers ikut berpartisipasi mengirimkan foto, mencerminkan kebersamaan PKKTers ketika berperan sebagai orang tua. Berdasarkan hasil voting dengan persentase perolehan suara yang sedemikian rapat dan ketat, terpilihlah 3 foto ter-favorit yang berhak mendapatkan souvenir kenang-kenangan. Info lebih lanjut kiranya dapat menghubungi panitia atau dapat menunggu informasi dari bagian distribusi hadiah dan kado.


Pada penghujung acara, panitia ternyata telah menyiapkan doorprize yang ringan namun menggoda. Tiga T-shirt dengan design bertuliskan "I'm Indonesian", seakan memaknai bahwa IA-PKKT selalu bangga sebagai bagian dari bangsa besar Indonesia. Dan sesuai hasil pengundian, Bung Elva, Mas Fajar dan De' Ferry adalah mereka yang beruntung sebagai duta IA-PKKT Bangga Indonesia. Selamat..!

doorprizewinnerhbh2010Kepada PKKTers muda; Boleh lah bermusik, bernyanyi, menari dan berjoged ria. Syukur punya syukur hal tersebut dapat menghasilkan makna dan menunjang kemajuan kehidupan kita. Namun seperti berhasil dikutip dari beberapa celetukan yang beredar, hal tersebut itu bukanlah "mainframe" ajaran utama PKKT. Boleh lah nyengnyong nyengnyong dan dangdang dungdung. Tapi untuk saat ini, "keteknikan" lah yang mengalir dalam darah alumni PKKT, kehausan akan pengetahuan dan update teknologi masih terasa lebih PKKT daripada keahlian para juara Indonesia Mencari Bakat. Semoga menjadi masukan dan terus berkarya wahai PKKTers muda! :)

Liputan oleh:

Salam Keseimbangan,
RaKa [L22] :: entrepreneur wanna be ::